Jika anda bertanya,”Apa yang paling menyita waktu para pengembang software?” Mereka akan menjawab menulis kode. Walaupun begitu, jika anda amati benar-benar kegiatan seorang pengembang software, anda akan menemukan kalau mereka menghabiskan waktu paling banyak untuk mencoba mengerti kode.

Seorang pengamat IT, Peter Hallam menjelaskan mengapa waktu yang dibutuhkan untuk memodifikasi kode 5x lebih banyak daripada menulis kode. Kode baru akan menjadi kode lama hampir dalam waktu yang sangat singkat. Menulis kode baru, pergi membeli kopi, mendadak anda sudah mendapatkan kode yang lama. Sebuah kode baru hanya merefleksikan bagian desain paling awal dari kode tersebut. Hampir semua proyek pengembangan menggunakan metodologi pengembangan iterative. Desain dan uji coba kode akan dilakukan berulang-ulang. Hanya kegiatan coding pada iterasi pertama yang memenuhi syarat sebagai kode baru.

Setelah iterasi pertama, coding akan dengan cepat bergeser menjadi lebih dan lebih termodifikasi daripada menjadi kode baru. Begitu juga, hampir semua perubahan kode dibuat pada saat perbaikan bug termasuk dalam kategori modifikasi kode. Coba anda lihat pada tim pengembangan Visual Studio, kejadian penting pada proses stabilisasi (big fixing) sama panjangnya dengan proses fitur baru. Memodifikasi kode mengkonsumsi waktu lebih banyak daripada menulis kode baru bagi seorang pengembang profesional.


Sementara itu, mengapa mengerti kode membutuhkan waktu 3x lebih banyak daripada memodifikasi kode? Sebelum memodifikasi kode, anda harus mengerti apa yang kode tersebut lakukan. Anda harus mengerti perilaku setiap kode sehingga anda dapat menjamin kalau mengubah kode tertentu tidak akan mengubah sesuatu yang tidak diinginkan. Ketika melakukan debugging, sangat sulit untuk mengerti permasalahan yang terjadi daripada memperbaikinya. Sekali anda telah memperbaiki permasalahannya, anda perlu mengerti kode baru tersebut untuk menjadi yakin kalau perbaikannya sudah valid.

Bahkan ketika anda sedang menulis kode baru, anda tidak akan memulai dari sketsa. Anda akan melihat kembali kode yang sudah ada, yaitu apakah kode yang sudah anda tulis atau yang diberikan oleh Microsoft atau sudah diberikan oleh pihak ketiga lainnya. Sebelum menggunakan kode yang sudah ada, anda harus mengerti secara detil. Ketika anda ingin menambahkan fitur baru, anda harus mengerti kode fitur yang sudah ada, jadi anda bisa menggunakannya kembali jika memang cocok. Jadi, mengerti kode adalah kegiatan yang paling menghabiskan waktu bagi seorang pengembang profesional.

Untuk artikel lengkap klik di sini.


Seorang ilmuwan Ukraina baru saja menciptakan sebuah kondom yang dapat mengeluarkan musik ketika sedang melakukan hubungan intim. Ilmuwan yang bernama Hryhory Chausoysky tersebut mengembangkan alat pencegah kehamilan tersebut sebagai inovasi untuk meningkatkan kenikmatan melakukan hubungan intim.

Sebuah loudspeaker miniature dan sensor gerak ditanamkan pada bagian atas kondom. Kedua alat tersebut menyediakan berbagai nada musik ketika sedang melakukan hubungan. Suara musik akan bergantung kepada intensitas hubungan dan nada akan bervariasi berdasarkan posisi seksual.

Walaupun dapat mengeluarkan suara, kualitas suaranya masih terbatas seperti ponsel generasi pertama. Selain itu, Chausovysky juga menyatakan kalau setelah diuji coba, produk ini dinyatakan bebas dari bahaya setruman listrik.

Kondom dan beberapa alat pencegah kehamilan lainnya secara umum sangat kurang popular di Ukraina, yang menyebabkan Negara tersebut memiliki tingkat penderita HIV yang sangat tinggi.


Seorang Web Designer memberikan beberapa rekomendasi bagi para pengembang web yang menggunakan FireFox. Berdasarkan pengalamannya, ia memberikan 13 aplikasi favoritnya, yaitu:

1. HTML Validator
Melakukan validasi halaman situs dengan standar W3C HTML.

2. FireFTP
Memudahkan untuk melakukan koneksi ke server FTP.

3. Professor X
Membuat anda dapat melihat informasi header tanpa harus melihat source code.

4. NikkelWHOIS

5. IE Tab
Memperbolehkan anda melihat tampilan Internet Explorer dalam Tab FireFox.

6. FireBug
Memonitor JavaScript,CSS, HTML, dan Ajax anda.

7. CodeTech
Editor web page yang menyerupai Dreamweaver.

8. Server Switcher
Memudahkan bertukar situs pada proses pengembangan dan live server hanya dengan mengklik ikon switch server.

9. SEO for FireFox
Memperlihatkan hasil riset pasar yang berguna dari Google dan Yahoo, termasuk PR, umur, links, Ranking Alexa, WHOIS, dan lain-lain. Selain itu, juga menambahkan beberapa link penting pada search page seperti: Google Trends, Google Traffic Estimator, dan Overture View Bid Tool.

10. Window Resizer
Gunakan untuk me-resize browser window ke resolusi layar semula.

11. AdSense Preview
Melakukan preview Google AdSense yang akan muncul pada halaman. Sangat berguna bagi anda yang ingin menampilkan AdSense pada situs anda.

12. Screen grab
Mengambil screenshot dari webpage dan menyimpannya dalam bentuk image file.

13. Server Spy
Mengindikasikan server HTTP apa yang digunakan pada situs yang sedang dikunjungi pada bagian kanan bawah browser.


Ada beberapa hal yang dapat digunakan untuk meyakinkan seseorang bahwa memasukkan musik ke sebuah site adalah ide yang sangat buruk. Memang ada beberapa pengecualian seperti website untuk sebuah band atau site yang memangsangat berhubungan dengan multimedia. Tetapi untuk sebuah situs yang penuh dengan informasi, hampir seluruh pengunjungnya tidak mengharapkan atau menginginkan adanya multimedia. Jika suatu saat anda mendapatkan seorang klien yang meminta dipasangkan musik supaya situs mereka terlihat keren, gunakan argumen di bawah ini untuk meyakinkan mereka:

1. Sangat Mengganggu:
Memasang musik pada situs dapat mengganggu apapun yang sedang dipasang si pengunjung melalui speaker. Sebagian besar orang selalu menggunakan komputer mereka sebagai stasiun media yang memutar musik dan video. Mereka akan sangat terkejut ketika masuk ke situs yang memiliki musik karena apapun yang keluar dari speaker mereka akan menjadi kacau, terutama jika mereka sedang memasang volumenya dengan cukup keras. Pengunjung mengharapkan halaman web yang informatif bukan yang bermusik.

2. Ketika pengunjung mengklik maka musiknya akan terpotong:
Musik atau lagu yang dipasang akan terpotong setiap kali pengunjung mengklik dari satu halaman ke halaman lain.

3. Tidak semua browser dan OS mendukung multimedia:
Masih banyak orang yang menggunakan browser-browser lama yang tidak mendukung multimedia atau bahkan bermasalah ketika mereka mencoba menjalankan multimedia tersebut. Ini adalah alasan bagus yang akan sulit ditolak oleh klien dan cobalah membuat mereka merasa lebih khawatir dengan pertanyaan ini: “Jika anda harus memilih antara beberapa pengunjung dapat mendengarkan musik sementara yang lainnya mengalami crash pada browser mereka atau semua orang dapat menikmati situs anda dengan tenang dan tanpa masalah sama sekali, manakah yang anda pilih?”

4. Musik akan memperlambat situs:
Memasang musik akan menurunkan performa situs, terutama pada CPU-CPU yang masih lambat. Ini akan menyiksa pengunjung ketika sedang melihat situs tersebut dan mereka tidak akan mau mengunjunginya kembali.

5. Kuno dan tidak professional:
Pada pertengahan tahun 90an ketika web pertama kali populer, memasang musik pada situs memang keren tetapi sekarang telah dianggap kuno dan terlihat amatiran.

6. Tidak semua orang menyukai musik yang anda pasang:
Apa yang dianggap seseorang enak dan nyaman untuk didengar bisa dianggap berisik dan mengganggu oleh orang lain.

7. Tanyakan kepada klien apakah mereka menggunakan Friendster atau MySpace:
Jika ya, apakah mereka pernah masuk ke halaman profil seseorang di MySpace atau Friendster dan mendengar sebuah kebisingan atau lagu aneh yang mereka sebut musik dan anda dengan paniknya mencari tombol stop untuk menghentikannya? Dengan contoh ini mungkin klien dapat langsung mengerti perasaan orang yang akan mengunjugi situs mereka jika mereka tetap bersikeras ingin menggunakan musik.

8. Memakan Bandwidth:
Walaupun hal ini jarang sekali terjadi, tetapi jika situs tersebut memiliki lalu lintas web yang cukup tinggi maka dengan menggunakan musik akan ada kemungkinan melebihi batas lalu lintas yang ditentukan sehingga klien akan harus membayar kelebihan batas tersebut.

9. Tentunya ada alasan mengapa situs lainnya tidak menggunakan musik:
Banyak klien yang berpikir bahwa karena jarang sekali terdapat web yang menggunakan musik, maka situs mereka akan terlihat menonjol dengan musik sebagai latar belakangnya. Katakan pada mereka bahwa hal ini sangatlah salah! Alasan sebenarnya kenapa hampir tidak ada situs yang menggunakan musik adalah karena mereka mempertimbangkan alasan-alasan di atas dan memutuskan bahwa memasang musik memang adalah ide yang sangat buruk.


Halaman beranimasi adalah halaman yang dilihat pengunjung sebelum mereka masuk ke dalam website sebenarnya, biasanya dibuat dengan flash dan memperliahtkan semacam animasi perkenalan. Pengunjung harus mengklik “Skip Intro” atau “Enter Site” terlebih dahulu untuk masuk ke site yang sebenarnya. Halaman beranimasi juga kadang terdapat di antara perpindahan halaman dalam suatu situs.

1. Search engine akan membaca halaman beranimasi dan bukan isi website yang sebenarnya:
Search engine melihat teks pada sebuah halaman web untuk menentukan apa isi web tersebut. Jika semua halaman anda terbuat dari flash atau multimedia lainnya, maka ada kemungkinan search engine tidak dapat membaca teks apapun dari halaman beranimasi anda. Jika anda melakukan pencarian di Google dengan mengetik “Click to Enter” atau “Skip Intro”, maka akan muncul banyak sekali nama-nama situs yang mengalami hal ini karena mereka tidak memiliki teks yang dapat mendeskripsikan situs mereka sebagai akibat dari penggunaan halaman beranimasi.
Client: “Kalau begitu masukkan teks ke dalam meta keywords tag”. Search engine sudah tidak lagi memperdulikan meta keywords tag, sekarang semuanya tergantung dari isi web. Client: “Kalau begitu sisipkan keyword ke dalam halamannya”. Mesin pencari dapat emngetahuinya dana anda akan dibanned karenanya. Webmaster Google menulis:
Make pages for users, not for search engines. Don’t deceive your users or present different content to search engines than you display to users, which is commonly referred to as “cloaking.”

2. Search Engine tidak dapat membaca halaman lainnya setelah halaman beranimasi:
Jika halaman beranimasi anda dibuat secara total dengan flash atau plugin multimedia lainnya, maka ada kemungkinan search engine tidak dapat membaca isi web anda dan web anda tidak akan muncul di hasil pencarian.

3. Kebanyakan pengunjung mengklik “skip intro”:
Minta klien anda melakukan penelitian kecil dan bertanya kepada teman-teman mereka mengenai halaman intro beranimasi. Dapat dipastikan ada sebagian orang yang menjawab “Saya akan langsung mengklik tombol ‘skip intro’-nya” atau bahkan “Saya akan langsung membuka website lainnya”.

4. Suatu penyiksaan bagi mereka yang memiliki koneksi lambat:
Pengguna Dial-up akan merasa sangat menderita jika berhadapan dengan halaman beranimasi apalagi jika tidak tombol “skip intro”-nya.

5. “Click to Enter” sebenarnya agak aneh dan mengganggu:
Dengan mengunjungi situs anda bukankah mereka memang ingin mengunjungi situs anda? Mengapa mereka harus mengklik lagi untuk masuk ke dalam situs? Hal ini dapat mengurangi antusiasme pengunjung.

6. Halaman intro memperpanjang proses:
Jika anda ingin mempersingkat proses untuk mempermudah konsumen membeli jasa atau produk yang ditawarkan web anda, maka menggunakan halaman intro berarti berlawanan dengan prinsip dagang anda.

7. Navigasi yang Tidak Konsisten: Kebanyakan halaman intro memiliki navigasi yang berbeda dengan halaman isi website yang sebenarnya, beberapa bahkan memiliki perbedaan yang cukup drastis. Hal ini dapat membingungkan pengunjung setelah mereka selesai melihat halaman intro karena pengunjung seperti dipaksa untuk melihat dua website yang berbeda.

8. Isi dari halaman intro dapat dimasukkan ke halaman depan:
Seringkali sebenarnya halaman intro dapat disederhanakan dan dimasukkan ke dalam halaman denpan suatu situs. Ini adalah saran yang cukup efektif untuk anda bernegosiasi dengan klien karena mereka dapat mempertahankan ide apapun yang mereka coba promosikan tanpa harus memaksanya ke pengunjung. Dengan demikian isi dari halaman intro dapat disampaikan dengan navigasi yang sama. Contoh yang bagus dapat anda lihat pada website Adobe.


Jasa pencarian baru kode programming baru yang diluncurkan hari Kamis lalu sebagai satu alat untuk mempermudah para developer software dapat juga disalah gunakan untuk mencari bug, informasi kata kunci ataupun kode yang dilindungi hak cipta dan tidak seharusnya dipublikasikan ke internet, sebut para ahli sekuriti.

Tidak seperti search engine utama Google, Google Code Search melihat ke dalam program apapun yang ditemukan di internet. Hal ini akan memudahkan para developer untuk mencari source code apapun secara langsung sekaligus mencari alat-alat open source yang tidak diketahui sebelumnya, tetapi search engine ini juga mempunyai beberapa kekurangan.

Mike Armistead dari Fortify Software mengatakan bahwa “kekurangan ini adalah anda dapat menggunakan pencarian semacam ini untuk mencari program yang mempunyai masalah keamanan dan menyerang program tersebut.”

Si penyerang juga dapat mencari kekurangan di mekanisme password atau mencari kalimat-kalimat seperti “this file contains proprietary,” yang menandakan bahwa program itu dilindungi oleh hak cipta dan tidak seharusnya dipublikasikan di internet.

Para ahli sekuriti mengatakan bahwa implikasi dari Google Code Search patut diperhatikan. Hacker-hacker yang lihai mungkin sudah sanggup melakukan hal seperti ini lewat search engine utama Google, tetapi Google Code Search merupakan sebuah alat yang semakin mempermudah tugas para penyerang, sebut Johnny Long, seorang peneliti dari Computer Sciences Corp.

Google tidak pernah mengatakan secara jelas langkah-langkah yang diperlukan untuk mengurangi penyalah-gunaan ini, walaupun masalah ini sering diungkit dari waktu ke waktu. Bulan Juli tahun ini, sebuah perusahaan Websense menggunakan kemampuan binary search Google untuk mencari malware di internet.


Berikut adalah pengenalan menggunakan Google.com sepaya hasil pencarian lebih optimal ::

  1. Google tidak bersifat “case sensitive” artinya penggunaan Google mengabaikan penggunaan huruf besar maupun huruf kecil karena tidak mempengaruhi hasil pencarian.
    Keyword: linux = LINUX = LiNuX
    Akan menghasilkan hal yang sama
  2. [AND]: Secara Default Google menggunakan keyword and.
    Keyword: menjadi hacker
    Hasilnya pencarian akan mengandung kata “menjadi” dan “hacker”
  3. [OR]: Digunakan untuk menemukan halaman yang setidaknya berisi salah
    satu dari keyword. Note: OR dituliskan dengan huruf besar semua.
    Keyword: hacker OR kracker
    Hasilnya pencarian akan mengandung kata “hacker” atau “kracker”
  4. [+]: Google akan mengabaikan pencarian dengan kata-kata umum seperti
    “how” dan “where”. Jika kata-kata umum ini begitu penting, anda
    bisa menambahkan “+” didepan keyword tersebut.
    Keyword: hacker how ==> Kata “how” akan diabaikan
    Keyword: hacker +how ==> Kata “how” akan diikutsertakan
  5. [-]: Tanda minus “-” bisa digunakan untuk mengecualikan kata-kata
    tertentu dalam pencarian. Misal kita ingin mencari kata
    “linus tanpa linux”, kita bisa menggunakan “linus -linux”
  6. [*]: Google tidak mendukung pencarian * sebagai pengganti huruf.
    Misalkan kita ingin mencari dengan kata depan menja*
    Google tidak mencari kata “menjamu”, “menjadi”, “menjalar”, dll
    Google akan menghasilkan pencarian hanya yang mengandung kata
    “menja”.
  7. Tetapi google mendukung penggunaan * dalam pencarian kalimat.
    Keyword: “menjadi * hacker”
    Hasilnya pencarian dapat menghasilkan “menjadi seorang hacker”,
    “menjadi white hacker”, dll.
  8. [“”]: Dapat digunakan untuk mencari kata yg lengkap.
    Keyword: “menjadi hacker”
    Hasilnya pencarian akan mengandung kata “menjadi hacker”
  9. [?]: Dapat digunakan untuk mencari pada direktori Google
    Keyword: ?intitle:index.of? mp3